Review Asus Zenfone 4 Max: Smartphone Android Terjangkau dan Tahan Lama!
Desain
Dengan menggunakan finishing metal, smartphone ini memang terlihat lebih elegan. Namun body belakang dari Zenfon 4 Max ternyata terbuat dari plastik polikarbonat. Dengan begitu, smartphone ini menjadi tidak licin saat dipegang. ASUS juga menyediakan sebuah back case berbahan karet yang membuat smartphone ini lebih kesat lagi saat digenggam.

Smartphone ASUS Zenfone 4 Max memiliki layar IPS 5,2 inci pada bagian depannya dengan resolusi 1280×720. Penggunaan resolusi 720 memang terkenal mampu menghemat baterai lebih lama dibandingkan dengan 1080p. ASUS menggunakan 2.5D Gorilla Glass sebagai pelindung kaca smartphone ini agar lebih tahan terhadap goresan. Sisi buruk dari 2,5D adalah pengguna akan kesulitan dalam menemukan lapisan tempered glass yang tepat karena tidak menempel pada ujung-ujungnya.

Untuk bagian bawahnya terdapat pemindai sidik jari yang dapat mendeteksi jari jemari dengan cukup cepat serta untuk menerima panggilan masuk. Pada seri ke empat dari Zenfone, ASUS menempatkan sensor tersebut pada bagian depan. ASUS juga masih menaruh tombol back pada sebelah kiri dan recent app di sebelah kanan, kebalikan dari kebanyakan smartphone yang beredar saat ini.

Pada bagian belakangnya di sebelah kiri akan ditemukan dua buah kamera dengan flash di kanannya. Kamera yang ada sedikit menonjol sehingga pengguna harus berhati-hati saat menaruh smartphone ini di meja, agar tidak membuat goresan pada kacanya. Hal tersebut dapat dihindari dengan menggunakan back case bawaannya. Pada smartphone ini juga telah memiliki dua antenna pada bagian atas dan bawahnya untuk menambah kekuatan sinyal.

Antar muka yang digunakan pada smartphone ASUS Zenfone 4 Max merupakan buatan dapur ASUS sendiri. Dengan nama ZenUI 4.0, perangkat masih menganut standar launcher dari UI Android pada umumnya. Jadi, terdapat homescreen dan juga app drawer. Walaupun begitu, versi yang didapatkan belumlah ZenUI 4 versi penuh sehingga feature seperti Twin App belum ada. Tapi, ASUS berjanji akan memberikan ZenUI versi penuh ke smartphone ini. Upgrade ke Oreo pun patut ditunggu oleh para pengguna smartphone ini karena ASUS selalu melakukan update untuk jajaran smartphone-nya.

Jaringan
Smartphone ASUS Zenfone 4 Max memiliki kelengkapan yang sangat apik, terutama dalam jaringan 4G LTE. Smartphone ini telah mendukung jaringan LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), 20(800) dan 40(2300). Smartphone ini dengan mudah dapat mendeteksi operator Smartfren dan Bolt dengan baik. Dengan menggunakan LTE Cat 4, smartphone ini mendukung transfer data hingga 150 MB/s.
Kamera
Dual kamera pada smartphone ini merupakan salah satu senjata andalan ASUS dalam memasarkan Zenfone 4 Max. Pada smartphone yang satu ini, ASUS mempercayakan sensor mereka kepada OmniVision. Dan sepertinya, banyak produsen smartphone yang sepertinya beralih dari ISOCELL ke PureView buatan OmniVision. Banyak pihak menganggap bahwa OmniVision saat ini sudah memiliki sensor yang cukup baik untuk sebuah smartphone terjangkau.
Di bagian belakang smartphone ini terdapat dua kamera dengan sensor OmniVision 13855 sebagai kamera utama dan OV 5675 sebagai kamera wide angle. Sayang, walaupun kamera pada Zenfone 4 Max tidak dapat menangkap gambar dengan cukup tajam, namun di beberapa bagian gambar, warnanya seperti pudar. Noise juga cukup terlihat dimana-mana. Dan hal ini akan akan diperparah saat kondisi cahayanya menurun.
Kami pun sangat menyarankan pengguna Zenfone 4 Max untuk tidak menggunakan kamera wide untuk mengambil gambar. Kameranya akan menghasilkan gambar yang kurang memuaskan. Gunakan saja kamera tersebut untuk melakukan foto bokeh.
Berikut adalah hasil fotonya untuk kamera utama dan kamera wide. (Bagi pengguna Facebook, silahkan kunjungi website asli TeknoVue untuk melihat foto dalam ukuran aslinya)
Contoh hasil kamera wide:
Di bagian depan smartphone ini terdapat sebuah kamera dengan sensor OmniVision 8856 dengan resolusi 8 megapiksel. Hasil dari kamera ini mirip dengan kamera belakangnya. Pada saat cahayanya kurang, noise pun mulai terlihat di mana-mana. Walaupun begitu, hasilnya masih lebih baik dari kamera wide di bagian belakangnya. Berikut adalah hasil dari kamera depannya
1. Pembukaan
3. Benchmark, Reverse Charging, dan Baterai
4. Kesimpulan

















