Review Zenfone Zoom S ZE553KL: Smartphone Android Kamera Terbaik ASUS
Desain
ASUS Zenfone Zoom S memiliki desain bentuk yang kurang lebih sama dengan Zenfone 3. Ke empat sudut dari smartphone ini juga didesain melengkung seperti sang pendahulu. Akan tetapi, bahan body yang digunakan memang beda. Pada Zenfone Zoom S, bagian belakangnya menggunakan bahan alumunium sehingga memang smartphone ini menjadi cukup licin. Akan tetapi, penggunaan bahan tersebut memang membuat smartphone ini menjadi lebih kokoh.

Smartphone ASUS Zenfone Zoom S memiliki layar 5,2 inci pada bagian depannya. ASUS menggunakan Gorilla Glass 5 sebagai pelindung kaca smartphone ini agar lebih tahan terhadap goresan. Smartphone ini juga didesain dengan lekukan 2,5D pada setiap ujungnya sehingga membuang kesan kotak pada smartphone ini. Sisi buruk dari 2,5D adalah pengguna akan kesulitan dalam menemukan lapisan tempered glass yang tepat karena tidak menempel pada ujung-ujungnya. Untuk bagian belakangnya terdapat pemindai sidik jari yang dapat mendeteksi jari jemari dengan cukup cepat.

Berbicara mengenai layar, ada suatu hal yang harus dihindari oleh para calon pembeli ASUS Zenfone Zoom S. Anda yang ingin membeli, usahakan untuk memilih perangkat yang memiliki kode produksi bulan Mei ke atas. Hal ini dikarenakan pada beberapa perangkat produksi April, terdapat garis putih di bagian bawah layar yang nantinya akan melebar dan kemungkinan akan membuat layarnya mati total. Untuk Anda yang membeli secara resmi, ASUS pun akan mengganti dengan unit baru atau jika bisa diservice, layarnya akan diganti. Tetapi setidaknya, pemilihan perangkat yang diproduksi lebih baru akan menghemat waktu dan biaya untuk mengganti.

Pada bagian belakangnya di sebelah kiri akan ditemukan dua buah kamera dengan flash di bawahnya. Kamera yang ada sedikit menonjol sehingga pengguna harus berhati-hati saat menaruh smartphone ini di meja, agar tidak membuat goresan pada kacanya. Di bawah flash pada bagian tengah ditemukan sensor sidik jadi dengan bentuk kotak tanpa sisi. Pada smartphone ini juga telah memiliki dua antenna pada bagian atas dan bawahnya untuk menambah kekuatan sinyal pada smartphone ini. Satu hal yang disayangkan adalah tidak ditemukannya NFC pada smartphone ini.

Antar muka yang digunakan pada smartphone ASUS Zenfone Zoom S merupakan buatan dapur ASUS sendiri. Dengan nama ZenUI, perangkat masih menganut standar launcher dari UI Android pada umumnya. Jadi, terdapat homescreen dan juga app drawer. Sistem operasi yang digunakan sudah Android Nougat 7.1.1. Satu hal yang patut diacungkan jempol karena ASUS menepati kesepakatannya dengan Google dimana sebuah vendor smartphone harus melakukan upgrade OS sampai dengan 18 bulan semenjak diluncurkan. Jadi, kemungkinan besar Android Oreo akan datang ke smartphone yang satu ini.
Jaringan
Smartphone ASUS Zenfone Zoom S memiliki kelengkapan yang sangat apik, terutama dalam jaringan 4G LTE. Smartphone ini telah mendukung jaringan LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 8(900), dan 40(2300). Smartphone ini dengan mudah dapat mendeteksi operator Smartfren dan Bolt dengan baik. Dengan menggunakan LTE Cat 4, smartphone ini mendukung transfer data hingga 150 MB/s, yang memang sampai saat ini akan sangat jarang ditemukan di Indonesia, kecuali pada kantor-kantor operator.
Kamera
Tidak bisa dipungkiri, smartphone ASUS Zenfone Zoom S hingga saat ini merupakan perangkat dari ASUS yang memiliki kamera terbaik hingga saat ini. Gambar yang dihasilkan oleh kamera utamanya yang menggunakan sensor Sony IMX362 memang terbukti memiliki hasil yang tajam serta noise yang rendah. Lalu bagaimana dengan kamera zoom optical yang ada di sebelah kamera utamanya? Pada saat pengguna melakukan zoom dari 1,1x sampai dengan 2,2x, kamera utamalah yang digunakan. Di atas itu, smartphone ini menggunakan kamera zoom optical yang sudah dipatok 2,3x.
Berikut adalah hasil dari kamera utamanya yang menggunakan sensor Sony IMX 362. Klik untuk memperbesar!
Kamera zoom optical 2.3x yang ada disebelahnya tidak menggunakan sensor Sony IMX362. Kemungkinan ASUS menggunakan sensor ISOCELL atau OmniVision yang saat ini memang sedang naik daun. Hasilnya memang tidak sebaik kamera utamanya, namun hasilnya dapat diandalkan untuk mengambil obyek yang jauh. ASUS juga menambahkan sebuah Zoom digital default sebesar 5x yang dapat diperbesar hingga 12x. Pada mode zoom digital 5x, detailnya mulai terasa berkurang namun masih dapat diandalkan.
Berikut ini adalah hasil zoom optical 2,3x. Klik gambar untuk memperbesar.






Berikut ini adalah hasil zoom digital 5x. klik untuk memperbesar.






Berikut ini adalah hasil zoom 12x. Klik untuk memperbesar.




Kamera depan pada smartphone ini menggunakan sensor Sony IMX214. Sensor yang satu ini memang bukanlah sensor Sony yang terbaik, tetapi setidaknya dapat mengambil gambar untuk selfie dengan baik. Tidak seperti kebanyakan sensor kamera depan yang menangkap gambar lebih buram, Zenfone Zoom S mampu mengambil gambar dengan cukup baik, walau tidak sebaik kamera belakangnya.
Untuk kamera depannya, berikut adalah hasilnya





Pada saat ini, TeknoVue masih menemukan adanya bug pada aplikasi kamera dari Zenfone Zoom S. Sepertinya ada bug pada saat melakukan zoom 5x dan aplikasi secara otomatis mendeteksi wajah. Tidak jarang aplikasi kamera crash saat wajah terdeteksi. Untuk itu, saat ingin menggunakan zoom digital 5x, langsung saja klik layar untuk melakukan autofokus atau matikan deteksi wajah. Selain itu saat digunakan untuk mengambil banyak gambar, perangkat kerap panas dan throttling.
1. Pembukaan
4. Kesimpulan





