Review Nubia M2: Pengalaman Baru Berkamera Ganda dengan Smartphone Android
Desain

Nubia M2 tidak dapat dipungkiri memiliki desain yang elegan. Dengan warna hitam yang menyelimuti hampir seluruh badannya, ada garis berwarna emas pada sisi-sisinya. Desain yang sama juga digunakan pada tombol pada sisi kanan dan kiri dari smartphone ini. Dengan menggunakan warna seperti ini, Nubia M2 kerap terlihat sangat elegan saat dibawa bepergian. Satu hal lagi yang penting, smartphone ini tidak licin di tangan, sehingga sangat nyaman saat digenggam.

Pada bagian belakangnya, Nubia memiliki kamera ganda yang terletak pada bagian atasnya. Kedua kamera ini memiliki frame tersendiri yang berwarna merah seperti untuk menandakan bahwa kamera ganda ada disana. Di sebelah frame kamera tersebut terdapat dua buah LED Flash, dimana yang satu berwarna putih dan yang satu berwarna kekuningan. Untuk kamera tentu saja akan dibahas secara khusus pada segemn di halaman selanjutnya.

Kebanyakan smartphone dipasaran memiliki garis pada bagian belakangnya pada sisi atas dan bawah. Hampir semua desain tersebut adalah merupakan antena untuk menangkap sinyal. Nubia M2 memiliki desain yang berbeda, di mana garis antena tersebut mengikuti lekukan sisi dari perangkat tersebut, dari sisi kanan kirinya ke sisi bagian atas dari kamera. Hal ini tentu membuatnya cukup berbeda dari smartphone yang beredar di pasaran saat ini.

Antar muka yang digunakan pada smartphone Nubia M2 juga merupakan buatan dapur Nubia sendiri. Dengan nama NubiaUI dan memiliki versi 4.1, perangkat ini tidak memiliki App Drawer seperti standar dari UI Android pada umumnya. Jadi, pada homescreen akan tergabung antara icon aplikasi dengan widget. Sistem operasi yang digunakan masih Android Marshmallow 6.0.1.
Layar yang digunakan pada perangkat ini mungkin berbeda dengan yang lainnya. Nubia M2 menggunakan AMOLED sehingga mengeluarkan warna yang lebih indah dibandingkan dengan IPS LCD biasanya.
Jaringan
Smartphone Nubia M2 memiliki kelengkapan yang sangat apik, terutama dalam jaringan 4G LTE. Smartphone ini telah mendukung jaringan LTE band 1(2100), 3(1800), 5(850), 7(2600), 8(900), 20(800), 38(2600), 39(1900), 40(2300), dan 41(2500). Smartphone ini dengan mudah dapat mendeteksi operator Smartfren dengan baik. Akan tetapi, VoLTE sepertinya belum didukung penuh saat pengujian dilakukan. Dengan menggunakan Cat 6, tentu saja smartphone ini telah mendukung 2 Carrier Aggregation yang membuat kinerja LTE-A menjadi lebih kencang lagi.
Kamera
Pada saat peluncurannya di Jakarta, pihak Nubia mengatakan bahwa para jajaran manajemen Nubia merupakan orang-orang yang menyukai fotografi. Hal ini membuat perangkat-perangkat Nubia yang dijual akan dioptimalkan untuk pemakaian kameranya. Oleh karena itu, Nubia menciptakan feature-feature yang membantu meningkatkan fungsi kamera dari smartphone mereka. Feature ini dinamakan NeoVision. Teknologi ini telah dipatenkan dan banyak digunakan pada beberapa smartphone merek lain, salah satunya adalah yang perangkat buah-buahan.
Pada bagian belakangnya, Nubia menggunakan dua buah kamera dengan resolusi 13 MP. Sensor yang digunakan datang dari Sony. Sayang memang, tidak ada informasi mengenai sensor Sony IMX mana yang digunakan. Selain itu, saat melakukan pengambilan gambar, sepertinya gambar yang dihasilkan oleh kamera Nubia memiliki kontras yang berlebih, sehingga warnanya tidak seperti aslinya. Walaupun memang tidak jelek, sepertinya Nubia harus melakukan kalibrasi ulang untuk warna kamera belakangnya. Saat cahayanya kurang terang, kameranya memang mengambil gambar yang kurang tajam dan cukup terlihat adanya noise.
Pada bagian depannya, Nubia M2 memasang kamera dengan resolusi besar, 16 MP. Sensor yang digunakan pada kamera depannya merupakan Samsung ISOCELL, yang lagi-lagi, tidak ditemukan informasi model mana yang digunakan. Kamera depannya memang tidak menangkap gambar sebaik kamera belakangnya, akan tetapi hasilnya masih bisa diandalkan.
Feature NeoVision memang sangat berbeda dengan beberapa smartphone yang ada dipasaran. Salah satu yang menjadi andalan adalah Star Trail. Hal ini membuat pengguna Nubia M2 tidak lagi harus memiliki sebuah kamera DSLR untuk membuat Star Trail. Sayang memang, TeknoVue melakukan percobaan pada feature yang satu ini, berujung kepada langit yang tidak bersahabat sama sekali. Uniknya dari feature NeoVision adalah pengguna akan mendapatkan dua macam file, yang pertama adalah file gambar dan yang kedua adalah file video.







HALAMAN:








