[Press Release] ASUS Zenfone Live, Beautiful Smartphone for Beautiful People Harga Sejutaan
Sudah Mengadopsi ZenUI 3.5
Di dalam setiap produk smartphone ASUS, kita akan melihat UI yang berbeda dari yang lainnya. UI ini dikenal sebagai ZenUI. Di ZenUI kali ini berbeda dengan yang lainnya karena sudah melakukan update ke versi 3.5 . Perbedaan utama terlihat pada icon-icon yang disediakan.

Kemudian juga di aplikasi default sudah berubah yaitu Messaging sudah menggunakan Google Messenger, browser utama menggunakan Google Chrome, aplikasi email menggunakan Google Mail, dan kalender menggunakan Google Calendar.

Apakah Anda sering menggunakan fitur touch gestur? Sebuah fitur dimana kita bisa mengaktifkan aplikasi tertentu dengan menggambarkan sebuah huruf di layar yang sedang sleep. Penulis sendiri hanya menggunakan gesture untuk membuka kamera.

Kerennya ZenUI, disana pengguna dimungkinkan untuk menggunakan double tap to wake and to sleep. Ini sangat memudahkan banget agar kita gak perlu menggunakan power button sesering mungkin.
ZenUI bisa dikostumisasi hingga menghasilkan tampilan yang berbeda beda sesuai selera. Kita juga bisa menemukan toko aplikasi untuk tema, wallpaper dan icon di dalam aplikasi theme.

Sekarang ZenUI juga sudah bisa dikostum untuk menggunakan 2 layer atau 1 layer saja. Saat hanya menggunakan satu layer seluruh aplikasi akan terletak di home screen. Jadi tinggal swipe ke kanan terus untuk memilih aplikasi. Sedangkan untuk 2 layer, akan ada app drawer yang melapisi tampilan sebelum masuk ke menu untuk mengakses aplikasi.
Ada juga Easy Mode yang bergunak untuk membuat tampilan dan mengakses fitur-fitur di smartphone kian simpel. Lazimnya fitur ini digunakan oleh seseorang yang baru saja beralih dari feature phone ke smartphone. Atau untuk kaum lansia yang biasa enggan repot memilah milih menu yang terlalu banyak di perangkat pintar. Sementara untuk berkreasi dengan foto, ASUS menyediakan PhotoCollage yang mampu menyunting serta membagi foto ke media sosial.
Jika suka membuat video singkat dari hasil foto, tersedia ASUS MiniMovie yang sangat mudah dipakai, sementara jika ingin berbagi lewat jejaring sosial khusus foto, ASUS menyediakan ZenCircle yang kini memiliki puluhan ribu pengguna aktif dari Indonesia.
Fitur Kamera yang Bikin Selalu Cantik
Zenfone Live dilengkapi dengan kamera beresolus 13MP dibagian belakang serta 5MP pada bagian depan untuk merekam berbagai momen. PixelMaster menjadi bagian tak terpisahkan dari seluruh jajaran ASUS Zenfone, tak terkecuali di Zenfone Live.

Kamera belakang 13 megapiksel dan 5 megapiksel di depan dikombinasikan dengan apik oleh ASUS menggunakan PixelMasternya. ASUS memberikan ukuran pixel size sebesar 1.4um untuk mengisi keseluruhan sensor pada smartphone ini.

Ada lagi dukungan lampu LED baik di belakang maupun di depan untuk selfie. Anda pun bisa mendapatkan angle yang cukup luas ketika ber selfie yakni 82 derajat.

Dari sisi modus pemotretan, Zenfone Live menyediakan banyak pilihan yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk berbagai kebutuhan. Mulai dari Auto, Manual, HDR Pro, Beautification, Super Resolution, Low Light, QR Code, Night, Effect, Selfie, Panorama dan Time Lapse. Adapun untuk kamera depan, moduse pemotretan yang tersedia adalah Beautification, Auto, Night, HDR Pro, Effect, Low Light dan Time Lapse. Beberapa yang menarik untuk diulas antara lain adalah:

Super Resolution Mode
Jika sedang menemukan kawasan atau obyek foto yang sangat indah, pengguna tentu ingin mengabadikannya dengan kualitas maksimal. Dengan modus super resolution, pengguna Zenfone Live dapat mengambil foto resolusi tinggi hingga 64 megapixel.
Untuk mendapatkan foto dengan resolusi setinggi ini, ASUS menggunakan teknik image-processing khusus untuk menangkap lalu mengombinasikan empat buah foto resolusi 13 megapixel hingga didapatkan sebuah foto dengan tingkat ketajaman 4x lebih tinggi dengan detail yang jauh lebih baik dan tingkat noise yang lebih rendah.

Low Light Mode
Dalam kondisi ruangan berpencahayaan kurang, modus Low Light Mode milik Zenfone Live dapat mengombinasikan empat pixel yang berdekatan pada sensornya untuk mengerjakan sebuah pixel yang besar yang punya sensitivitas caha yang lebih baik. Metode ini meningkatkan sensitivitas cahaya pada sensor hingga 400 persen.
Dengan demikian, pengguna akan bisa mengambil foto dalam kondisi remang-remang pada kecepatan shutter yang lebih tinggi untuk mencegah blur, atau tanpa menggunakan cahaya tambahan atau flash yang menyilaukan.
Meskipun menggunakan metode ini akan menurunkan resolusi foto hingga seperempat dari resolusi sensor aslinya, namun demikian akan lebih baik juka mampu mengambil foto dalam kondisi gelap daripada tidak bisa sama sekali. Tetapi jangan khawatir. Meskipun resolusinya menjadi turun, Zenfone Live masih tetap sanggup memproduksi foto dengan resolusi 4 megapixel dengan teknik tersebut.
Berikut ilustrasi bagaimana Zenfone Live mengambil foto dengan metode Low Light Mode:


Berikut ini contoh perbandingan foto dengan obyek yang sama, di kondisi yang sama, namun dengan modus pemotretan yang berbeda. Foto pertama diambil dengan menggunakan modus Auto, sedangkan foto kedua diambil menggunakan Low Light Mode. Silakan simak perbedaannya:

<<HALAMAN SEBELUMNYA HALAMAN SELANJUTNYA>>